Mahasiswa UNY Lakukan Observasi Literasi Sains dan Teknologi di BSI Dhuawar Sejahtera

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta mengobservasi implementasi literasi sains dan teknologi bank sampah digital di BSI Dhuawar Sejahtera SIKASPUK.

Kroco – Eduwisata Preneur Sikaspuk menerima kunjungan dari Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas Vokasi Porgram Studi Manajemen Pemasaran untuk melakukan observasi literasi sains khususnya dalam pengelolaan sampah dengan bank sampah. Kelima mahasiswa tersebut adalah Doni Prasetyo, Raihan Adi Wicaksana, Adi Mbarep Wicaksono, Oktifany Mutiara Ramadhani, Mugellino Vallen.

Menurut Kami , Alasan yang melatarbelakangi kegiatan  observasi Literasi sains dan teknologi ini karena Literasi sains dan teknologi memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui inovasi dan solusi berbasis pengetahuan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah pengelolaan sampah yang efektif. Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera menjadi contoh nyata bagaimana penerapan teknologi sederhana dan pemahaman ilmiah dapat membantu mengurangi dampak lingkungan, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan nilai ekonomi dari sampah. Observasi dan wawancara ini dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana konsep literasi sains dan teknologi diterapkan dalam operasional Bank Sampah, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. serta bertujuan untuk mengetahui proses pengumpulan bank sampah, siapa saja yang menjadi mitra/kerjasama dari Bank Sampah Dhuawar Sejahtera, Apakah masyarakat juga ikut andil dalam mengelola sampah, Respon dari masyarakat sekitar, harapan dari Bank Sampah Dhuawar Sejahtera untuk masyarakat dan bank sampah lain kedepannya.

Mahasiswa UNY berdiskusi dan wawancara dengan pengelola bank sampah di pendopo Limasan

Sugiyanto selaku Ketua Pengelola Eduwisata Preneur Sikaspuk menyampaikan bahwa Eduwisata Preneur Sikaspuk lahir dari kolaborasi dan sinergi antara Program Kampung Iklim dan Kampung Berseri Astra Bantala Abyudaya yang awalnya memang kegiatan fokus pada lingkungan hidup khsususnya pengeolaan sampah skala rumah tangga dengan bank sampah. Bank Sampah Dhuawar Sejahtera yang sekarang ditetapkan menjadi Bank Sampah Induk di Kabupaten Kulon Progo, murni lahir dari inisasi masyarakat Pedukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo.

Mahasiswa UNY dan pengelola berfoto di bawah gapura pintu masuk Proklim KBA Bantala Abyudaya Kroco

Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera aktif melakukan sosialisasi hingga kini mempunyai 34 Bank Sampah Unit Binaan di Kabupaten Kulon Progo, sedangkan di Kalurahan Sendangsari sendiri ada 10 pedukuhan bisa berdiri dan tumbuh 16 bank sampah unit dan telah dibentuk asosiasi bank sampah di tingkat Kalurahan Sendangsari. Pemerintah Kalurahan Sendangsari memberikan dukungan kepada bank sampah dengan alokasi anggaran pada APBKal setiap tahunnya berupa kegiatan Rapat Koordinasi, Pelatihan dan Monitoring Evaluasi.

Sugiyanto menambahkan informasi bahwa Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera membuka layanan setiap hari untuk menerima setoran sampah pilah dari masyarakat sedangkan untuk pemilahan spesifikasi dilakukan seminggu 2 kali bahkan 4 kali jika setoran sampah banyak. Jenis sampah yang diterima adalah smapah an organik laku jual seperti kertas, plastik, logam sedangkan sampah organik habis dikelola disetiap rumah tangga.

Sampah yang sudah dipilah kemudian dijual kepada mitra bank sampah (Pengepul) dengan jadwal pengambilan pada seteiap bulannya. Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera fokus pada edukasi untuk perubahan perilaku masyarakat agar terbentuk karakter yang peduli pada pengelolaan sampah. Beberapa produk kerajinan daur ulang sampah termasuk hasil kerajinan dari Bank Sampah Unit Binaan bisa dilihat di Galeri Omah Dhuawar yang letaknya juga berdekatan dengan Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera.

Mahasiswa UNY mengamati dan memeriksa wadah pengomposan sampah organik dengan maggot di lumbung kompos

“Sedangkan untuk pengolahan sampah organik sekarang sudah memiliki lumbung organik sebagai tempat pengomposan sampah organik dengan budaiya maggot. Saat ini Eduwisata Preneur Sikaspuk melalui lumbung organik dhuawar menerima hibah PDB DRTPM yang dilaksanakan oleh Universitas Akprind Indonesia dan Universitas Amikom Yogyakarta berupa beberapa alat dan mesin teknologi tepat guna yang diimplementasikan dalam budi daya magot” jelas Ani Purwanti, S.T., M.Eng selaku Ketua Tim Pelaksana Program PDB DRTPM Tahun 2024.

Bagikan berita:
WhatsApp Facebook
KUNJUNGAN & STUDI TIRU

Siap Menjelajahi Eduwisata Preneur SIKASPUK?

Jelajahi program edukasi lingkungan dan potensi lokal SIKASPUK bersama sekolah, komunitas, maupun instansi.