Warga Padukuhan Kroco Antusias Ikuti Pelatihan Pemasaran Digital, Dorong Produk Lokal Go Digital

KULON PROGO – Sebanyak 30 warga Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, mengikuti pelatihan dan pendampingan penjualan melalui aplikasi e-commerce dan media sosial, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Limasan Omah Dhuawar tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk lokal.

Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menghadirkan Windyaning Ustyannie, S.Si., M.Cs., dosen Program Studi Rekayasa Sistem Komputer, Universitas AKPRIND Indonesia, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan platform e-commerce, strategi promosi melalui media sosial, serta pendampingan dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Warga aktif mengikuti praktik dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pemasaran produk, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Ketua Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Ani Purwanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat Padukuhan Kroco agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya dalam mendukung pemasaran produk. Teknologi bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan peluang usaha dan memperluas pasar masyarakat,” ujar Ani Purwanti.

Menurutnya, pendampingan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diarahkan agar masyarakat mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara berkelanjutan.

“Harapannya, setelah pelatihan ini warga dapat lebih percaya diri menggunakan platform digital, mulai dari membuat konten promosi, mengelola media sosial, hingga memanfaatkan e-commerce untuk menjangkau konsumen yang lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kampung Berseri Astra (KBA) sebagai mitra kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ketua Kampung Berseri Astra Padukuhan Kroco, Suparno, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, terutama dalam hal pemasaran digital. Banyak potensi produk masyarakat yang sebenarnya memiliki nilai jual, tetapi masih membutuhkan pendampingan agar dapat dikenal lebih luas,” kata Suparno.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga program pemberdayaan memberikan dampak nyata.

“Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap warga semakin mandiri, mampu memanfaatkan teknologi, dan dapat mengembangkan usaha yang dimiliki sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Padukuhan Kroco,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh aparat Pemerintah Kalurahan Sendangsari dan Dukuh Kroco sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan adanya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra masyarakat, dan warga dalam mendorong pemberdayaan berbasis teknologi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026.

Program tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas AKPRIND Indonesia dan Universitas Amikom Yogyakarta. Tim pelaksana Universitas AKPRIND Indonesia terdiri atas Ani Purwanti sebagai ketua, bersama anggota Emy Setyaningsih dan Yuli Purwanto. Sementara itu, Universitas Amikom Yogyakarta diwakili oleh Achmad Fauzi.

Melalui program ini, masyarakat Padukuhan Kroco diharapkan mampu meningkatkan literasi digital dan memanfaatkan teknologi sebagai media pengembangan usaha. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *