Kunjungan Pertukaran Pengalaman Barefoot College India di Eduwisata Preneur SIKASPUK

Barefoot College (India) dan Interautonomy (Meksiko) dipimpin Emilia Székely melakukan kunjungan pertukaran pengalaman pengelolaan sampah di Eduwisata Preneur SIKASPUK.

Sikaspuk.com, KULON PROGO – Eduwisata Preneur SIKASPUK yang berlokasi di Pedukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan pertukaran pengalaman internasional dari Barefoot College (India) dan Interautonomy (Meksiko) pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kunjungan pertukaran pengalaman dari Barefoot College di Eduwisata Preneur SIKASPUK ini difasilitasi oleh Bambang Suwerda dari Bank Sampah Gemah Ripah, sehubungan Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera telah menjalin kerja sama program kemandirian dengan Bank Sampah Gemah Ripah. Beberapa pengurus Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera sebelumnya juga pernah datang untuk mengikuti berbagai pelatihan kemandirian yang diselenggarakan oleh Bank Sampah Gemah Ripah.

Mengenal Interautonomy (Meksiko) dan Barefoot College (India)

Delegasi dipimpin langsung oleh Emilia Székely selaku President dari Interautonomy (Meksiko) dan Barefoot College (India) bersama tim. Interautonomy (Meksiko) merupakan sebuah proyek riset dan platform digital yang diinisiasi oleh kalangan akademisi (seperti Emilia Székely dan Mark Mason dari Education University of Hong Kong). Platform ini bertujuan memetakan serta membagikan strategi kemandirian finansial dan sosial dari berbagai inisiatif komunitas di seluruh dunia agar tidak bergantung pada bantuan eksternal.

Di Meksiko, INTERautonomy meneliti dan mendokumentasikan berbagai proyek lokal yang sukses menerapkan strategi kemandirian ini. Beberapa contoh proyek di Meksiko yang masuk dalam kajian mereka meliputi:

  • Mata uang alternatif “Túmin”: Sistem keuangan lokal di Espinal, Veracruz, untuk mengatasi kelangkaan uang peso.
  • Ectágono: Inisiatif restorasi lingkungan dan kewirausahaan sosial di Mexico City.
  • Pujulá: Desa wisata budaya Maya yang mandiri.

Sedangkan Barefoot College adalah sebuah organisasi non-pemerintah dan institusi pendidikan inovatif yang didirikan oleh Sanjit “Bunker” Roy pada tahun 1972 di Tilonia, Rajasthan, India. Konsep utama dari “Kampus Telanjang Kaki” ini adalah pemberdayaan masyarakat miskin di pedesaan tanpa memandang ijazah formal.

Mereka melatih warga desa yang buta huruf atau semi-literat (terutama perempuan paruh baya yang dijuluki “Solar Mamas”) untuk menjadi insinyur surya, dokter, guru, hingga mekanik pompa air. Tujuannya adalah agar ilmu tersebut dibawa kembali untuk membangun desa mereka sendiri, sehingga menciptakan kemandirian lokal dan mencegah urbanisasi.

Direktur Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera Febriyanti menjelaskan sistem pengomposan TTG Komposter kepada Emilia Szekely dan tim Barefoot College
Direktur Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera Febriyanti memaparkan sistem pengomposan organik TTG Komposter kepada Emilia Székely dan tim Barefoot College.

Eduwisata Preneur SIKASPUK: Destinasi Edukasi Berbasis Lingkungan Hidup

Kunjungan ini berlangsung di Eduwisata Preneur SIKASPUK, Pedukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini merupakan destinasi wisata berbasis lingkungan hidup dengan mensinergikan antara Program Kampung Iklim (ProKlim) dengan Kampung Berseri Astra (KBA) lewat inovasi Giras Lampah (digitalisasi dan integrasi pengelolaan sampah), serta branding SIKASPUK (Sadar Iklim Kelola Air, Sampah, Pekarangan untuk Kesejahteraan).

Pada hari yang sama, Selasa, 20 Oktober 2026, Sugiyanto dan tim Eduwisata Preneur SIKASPUK juga menerima kunjungan dari Ady Dharma Yudi, S.Pd., Mahasiswa S2 IPS Universitas PGRI Yogyakarta yang melakukan riset dan mencari bahan artikel tentang sampah untuk mata kuliah kewirausahaan. Selain itu, Sugirah selaku Ketua PKK Kalurahan Wijimulyo turut hadir melakukan survei untuk kunjungan lapangan studi tiru tentang pengelolaan sampah yang direncanakan pada tanggal 01 November 2026 mendatang bersama sekitar 30 orang pengurus dan anggota PKK Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan.

Mempelajari Model Pengelolaan Sampah dan Aplikasi Tabungan Digital TABANAS

Tujuan Emilia Székely selaku President dari Interautonomy (Meksiko) dan Barefoot College (India) bersama tim melakukan kunjungan pertukaran pengalaman adalah untuk mempelajari secara mendalam model pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera.

Febriyanti selaku Direktur Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera memberikan paparan langsung bahwa sampah anorganik yang sudah dipilah dari setiap rumah tangga ditabungkan di Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera. Sampah pilah tersebut bisa diantar sendiri oleh nasabah ke bank sampah maupun dijemput oleh petugas bank sampah langsung ke rumah nasabah.

Sebagai wujud mempermudah pengurus dalam pencatatan tabungan dan transparansi kepada nasabah, buku tabungan telah menggunakan buku tabungan digital dengan aplikasi TABANAS yang bisa diakses oleh nasabah baik dengan menggunakan handphone Android maupun iPhone. Saldo tabungan sampah bisa diambil setiap saat dan bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran telur ayam sehat dan sabun cuci cair isi ulang.

Emilia Szekely berdiskusi bersama pengurus Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera dan Bambang Suwerda mengenai mesin press dan pemilahan sampah anorganik
Emilia Székely berdiskusi bersama jajaran pengurus Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera dan Bambang Suwerda di area mesin press sampah anorganik.

Apresiasi Tinggi dan Inspirasi Pengelolaan Sampah untuk Barefoot College India

Miss Emilia dkk merasa senang telah disambut dengan sangat hangat dan diperlihatkan banyak sekali teknik serta sistem pengelolaan yang sangat menarik. Hal ini akan menjadi inspirasi bagi Barefoot College untuk program pengelolaan sampah mereka sendiri di India, khususnya pada:

  • Budidaya lalat tentara hitam (maggot BSF) untuk penguraian sampah organik secara cepat
  • Aplikasi buku tabungan sampah digital (TABANAS) berbasis mobile
  • Sumur sampah organik (jogangan dan biopori) di pekarangan warga
  • Teknologi pemanenan air hujan (PAH) untuk kemandirian sumber air bersih

Dalam testimoninya, Emilia Székely menyampaikan apresiasi mendalam:

“Terima kasih banyak telah berbagi! Kami akan sangat berterima kasih jika Anda juga dapat membagikan program serta materi pembelajaran Anda agar kami dapat mempelajarinya lebih lanjut!”

Kunjungan pertukaran pengalaman internasional ini semakin memperkokoh peran Eduwisata Preneur SIKASPUK Kalurahan Sendangsari sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan, inovasi persampahan berbasis digital, dan pemberdayaan masyarakat yang diakui hingga ke kancah mancanegara.

Bagikan berita:
WhatsApp Facebook

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KUNJUNGAN & STUDI TIRU

Siap Menjelajahi Eduwisata Preneur SIKASPUK?

Jelajahi program edukasi lingkungan dan potensi lokal SIKASPUK bersama sekolah, komunitas, maupun instansi.