

Sikaspuk.com, KULON PROGO — Eduwisata Preneur Sikaspuk menerima kunjungan studi tiru dari Bank Sampah Suka Mandiri Banyumas. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam tata kelola lingkungan berbasis masyarakat melalui paket wisata besole dengan tiga materi utama: Singuwuh (Sinau Ngupokoro Uwuh), Sinaman (Sinau Anam-Anaman), dan Singupang (Sinau Ngupokoro Pangan).
Dalam sesi Singuwuh (Sinau Ngupokoro Uwuh), peserta didampingi trainer Sugiyanto mempelajari inovasi pengelolaan bank sampah melalui digitalisasi buku tabungan sampah menggunakan aplikasi Tabanas yang mana nasabah bisa melihat saldo tabungan melalui handphone android maupun Iphone milikinya. Inovasi digital ini mempermudah pencatatan transaksi, transparansi saldo penabung, serta efisiensi tata kelola administrasi bank sampah secara praktis dan akurat. Admin Bank Sampah Suka Mandri belajar cara mendaftarkan dan mengaktivasikan nasabah, memasukan daftar jenis dan harga sampah, setor tunai dan tarik tunai tabungan. Pengurus yang juga menjadi nasabah bank sampah belajar mendownload aplikasi tabanas dan cara penggunaan aplikasi tersebut.

Materi berlanjut ke sesi Sinaman (Sinau Anam-Anaman), di mana peserta didampingi trainer Jemiyo dilatih membuat dhekon—kemasan ramah lingkungan yang memanfaatkan anyaman daun kelapa (blarak). Setiap peserta telah mendapat bahan peraga pelatihan berupa daun kelapa yang sudah dipisakan dari pelepahnya dan sudah dipilih berdasarkan ukuran panjang dan besarnya daun kelapa, daun jati, tali untuk mengikat anyaman dhekon yang disebut tutus. Peserta antusias mengikuti pembelajaran menganyam daun kelapa menjadi dhekon. Pelatihan ini menjadi solusi pengurangan sampah plastik sekali pakai sekaligus mengangkat kembali kearifan lokal kemasan ramah lingkungan.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi Singupang (Sinau Ngupokoro Pangan) yang berfokus pada ketahanan pangan dan kewirausahaan lokal. Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan olahan pisang lokal menjadi bolu pisang berdaya jual tinggi untuk menunjang ekonomi kreatif warga. Kunjungan studi tiru ini diharapkan dapat mempererat sinergi antarkomunitas lingkungan serta membawa inspirasi pengelolaan sampah digital dan pemberdayaan ekonomi ramah lingkungan untuk diterapkan di Banyumas.

Aji Pramularso selaku ketua kunjungan mengatakan bahwa “perjalanan dari Banyumas ke Kulon Progo cukup melelahkan karena macet dalam perjalanan karena ada beberapa titik pengecoran jalan. Trainer yang komunikatif dalam penyampaian sehingga materi mudah dipahami oleh peserta dan ilmu yang telah didapat khususnya tentang digitalisasi buku tabungan akan segera diterapkan di bank sampah Suka Damai Banyumas”.

