

Sikaspuk.com, KULON PROGO – Acara Seremonial Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Bantala Abyudaya dalam rangka Nominasi ProKlim Lestari Tahun 2026 berlangsung khidmat di Limasan Omah Dhuawar yang merupakan sekretariat Proklim Bantala Abyudaya di Pedukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan verifikasi lapangan bergengsi tingkat nasional ini dihadiri langsung oleh Tim Verifikasi Lapangan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLHK RI), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas AKPRIND Indonesia, Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Kulon Progo, jajaran Ketua ProKlim Binaan se-Kulon Progo, Panewu Pengasih, Lurah dan segenap Pamong Kalurahan Sendangsari, jajaran Pengurus Proklim Bantala Abyudaya, serta para ketua kelompok pendukung yang ada.
Rangkaian Verifikasi di Proklim Induk dan 6 Lokasi Binaan
Rangkaian agenda seremonial dan penilaian verifikasi lapangan dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026 untuk ProKlim Induk Bantala Abyudaya. Selanjutnya, agenda dilanjutkan pada Rabu, 19 Agustus 2026 dengan meninjau secara maraton 6 (enam) lokasi binaan, meliputi: ProKlim Kembang (Jatimulyo, Girimulyo), ProKlim Tegalsari (Purwosari, Girimulyo), ProKlim Blumbang (Banjararum, Kalibawang), ProKlim Banyunganti Kidul (Kaliagung, Sentolo), ProKlim Graulan (Giripeni, Wates), dan ProKlim Klewonan (Triharjo, Wates).
Standar Ketat Menuju Trophy ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Verifikasi lapangan ProKlim Lestari (tingkat tertinggi dalam Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia) dilaksanakan untuk memastikan bahwa klaim data administratif selaras dengan fakta konkret di lapangan. Tim penilai memverifikasi secara cermat bahwa seluruh aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilaporkan dalam pendaftaran Sistem Registri Nasional (SRN) benar-benar terbukti nyata dan beroperasi secara konsisten di tengah masyarakat.
Selain menilai kelembagaan induk, verifikasi menilai secara langsung apakah kegiatan pembinaan di 10 (sepuluh) lokasi proklim binaan serta transfer pengetahuan tersebut berjalan efektif. Tim juga meninjau apakah kelompok masyarakat lokal memiliki struktur organisasi yang solid, pendanaan mandiri, serta aturan atau kebijakan lokal yang menjamin program tetap berjalan jangka panjang dan berkelanjutan (tidak berhenti setelah kompetisi selesai). Hasil verifikasi ini menjadi dasar penentuan kelayakan penganugerahan Trophy ProKlim Lestari, yaitu bentuk apresiasi tertinggi tingkat nasional bagi komunitas penggerak lingkungan.
Pelaksanaan verifikasi lapangan diawali dengan penyambutan tim verifikasi berupa pengalungan syal batik ecoprint oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo dan Lurah Sendangsari. Sebelum pemutaran video profil dan paparan aksi Proklim Bantala Abyudaya, berkenan memberikan sambutan mewakili Bupati Kulon Progo yaitu Ir. Agung Kurniawan, S.IP., M.Si selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kulon Progo. Penjelasan maksud dan tujuan verifikasi lapangan dipaparkan secara gamblang oleh Koko Wijarnaka selaku Ketua Tim Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup RI. Sebagai wujud pengenalan iklim sejak usia dini demi regenerasi penggerak lingkungan, acara dimeriahkan dengan pentas tari oleh anak-anak PAUD Kenanga, yang dilanjutkan dengan visitasi dokumen kelembagaan serta kunjungan langsung ke lokasi-lokasi aksi adaptasi dan mitigasi di Proklim Bantala Abyudaya.
Komitmen Berkelanjutan: Dari Proklim Utama Menuju Lestari
“Pedukuhan Kroco telah mendapatkan pengakuan sebagai ProKlim Utama pada tahun 2023, sehingga pada tahun 2026 ini saatnya kami melangkah mengikuti nominasi ProKlim Lestari. Syarat utama untuk dapat mengikuti nominasi ProKlim Lestari adalah memiliki minimal 10 (sepuluh) lokasi proklim binaan. Alhamdulillah syarat tersebut terpenuhi dengan lokasi binaan yang tersebar di ProKlim Kembang (Jatimulyo, Girimulyo), ProKlim Tegalsari (Purwosari, Girimulyo), ProKlim Penggung (Purwosari, Girimulyo), ProKlim Wonosari (Purwosari, Girimulyo), ProKlim Argo Binangun (Nyemani, Sidoharjo, Samigaluh), ProKlim Madigondo (Sidoharjo, Samigaluh), ProKlim Blumbang (Banjararum, Kalibawang), ProKlim Banyunganti Kidul (Kaliagung, Sentolo), ProKlim Graulan (Giripeni, Wates), dan ProKlim Klewonan (Triharjo, Wates),” jelas Sugiyanto selaku Ketua Proklim Bantala Abyudaya.

