

KULON PROGO – Universitas AKPRIND Indonesia bersama Universitas Amikom Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Sampah untuk Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan SIKASPUK, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Minggu, 12 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Limasan Omah Dhuawar tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas anak-anak PAUD, orang tua atau wali murid, serta guru PAUD. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan sejak usia dini dengan melibatkan keluarga dan tenaga pendidik sebagai pihak yang berperan penting dalam membentuk kebiasaan anak.
PAUD Kenanga menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Keberadaan PAUD Kenanga juga mendukung penguatan pilar pendidikan dalam program Kampung Berseri Astra atau KBA di Padukuhan Kroco. Melalui kegiatan ini, pendidikan lingkungan tidak hanya diberikan kepada anak-anak, tetapi juga diperkuat melalui keterlibatan orang tua dan guru.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dukuh Kroco, Slamet Supriyono, S.Si. Kehadiran pemerintah padukuhan menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dra. Sri Sunarsih, M.Si., C.WS., dosen Universitas AKPRIND Indonesia. Materi pengelolaan sampah disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan diarahkan untuk mengenalkan kepada anak-anak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta memahami bahwa sampah perlu dikelola dengan benar. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat ditanamkan sejak dini dan terus diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Keterlibatan orang tua dan guru dalam kegiatan menjadi bagian penting karena pembentukan perilaku peduli lingkungan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Orang tua dapat memberikan contoh pengelolaan sampah di rumah, sedangkan guru dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas bermain di PAUD.
Ketua pelaksana kegiatan, Ani Purwanti dari Program Studi Teknik Kimia Universitas AKPRIND Indonesia, mengoordinasikan pelaksanaan pelatihan bersama tim dari Universitas AKPRIND Indonesia dan Universitas Amikom Yogyakarta. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah padukuhan, lembaga PAUD, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan di Padukuhan Kroco.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Program Pemberdayaan Desa Binaan atau PDB Tahun 2026 di Padukuhan Kroco, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo. Program tersebut memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau DPPM di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui pelatihan pengelolaan sampah bagi anak PAUD, tim pelaksana berupaya membangun kesadaran lingkungan secara bertahap, dimulai dari kelompok usia paling dini. Pendidikan lingkungan yang diberikan sejak kecil diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, serta berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Padukuhan Kroco.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran SIKASPUK sebagai ruang edukasi masyarakat yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan. Kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan padukuhan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Pada saat yang bersamaan, Sugiyanto selaku Ketua Desa Sejahtera Astra, didampingi oleh Slamet Supriyono, S.Si. selaku Dukuh Kroco, menyerahkan bantuan berupa satu unit dropbox sampah plastik kepada PAUD Kenanga.

